Peternakan

Peternakan

Ternak Kelinci

Guna peningkatan produktifitas ternak  kelinci sebagai salah satu tiang pelengkap pemenuhan kebutuhan daging nasional. Ternak kelinci memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, karena beberapa keunggulan antara lain : lama bunting 31 hari, disapih pada umur 8 minggu, mencapai dewasa pada umur 7 bulan, dapat beranak 4 kali dalam setahun dengan jumlah anak per kelahiran 8 sampai 10 ekor, pemeliharaan dan pemasaran mudah, cukup dengan modal kecil. Hal ini dikembangkannya ternak kelinci didusun Sempu Desa Gadingkulon, disini juga menerima pendidikan dan pelatihan skala nasional yang diasuh langsung oleh Dosen Ummuh Malang Bpk. Muchammad Sobri, S.Pt. MP.,   beliau juga menemukan makanan kelinci berupa Biskuit Formula tanpa rumput yang sudah terkenal dibelahan Asia.

Pengembangan Budidaya lele, yang terpusat di Dusun Krajan Desa Sumbersekar, yang tersebar di semua Desa se   Kecamatan  Dau.  Manfaat  Ikan  lele  dapat  diramu dengan   berbagai   bahan   obat  lain  untuk  mengobati penyakit  asma,  menstruasi (datang bulan) tidak teratur, hidung  berdarah  kencing  darah  dan lain-lain. Nilai gizi ikan  lele   termasuk  tinggi  dan  baik  untuk  kesehatan  karena  tergolong  makanan  dengan  kandungan lemak yang relatif rendah dan mineral yang relatif tinggi. Dalam setiap 100  gram,  kandungan  lemak ikan ini hanya dua gram, jauh lebih  rendah  dibandingkan  dengan  daging sapi (14 gram), apalagi daging ayam (25 gram) Selain kaya zat gizi, lele juga membantu pertumbuhan janin dalam kandungan dan sangat baik bagi jantung karena rendah lemak .  Hasil +  350 ton/tahun, dengan pemasaran pasar, hotel,  se- Malang Raya.