Musium Zoologi

Musium Zoologi

Museum Zoologi

Museum Zoologi “Frater Vianney BHK” di Jalan Karang Widoro, Malang, memiliki ratusan spesimen konkologi, ilmu hewan kerang- kerangan darat dan laut, serta herpetologi (ilmu tentang biologi ular) dalam keadaan sudah terklasifikasi lengkap. Koleksi yang tergolong langka, bahkan bisa jadi satu-satunya di Indonesia ini, disiapkan museum untuk dikunjungi dan dipelajari oleh pelajar atau masyarakat umum.

Direktur Museum Zoologi (ilmu hewan) Frater M Clemens hari Sabtu (29/07/2006) di Malang menjelaskan, ratusan koleksi museum itu adalah gabungan dari koleksi almarhum gurunya, Frater Vianney. Dia adalah seorang agamawan Katolik berkebangsaan Belanda yang sudah bertugas di Indonesia sejak tahun 1960-an. Koleksi itu ditambah koleksi Clemens sendiri yang adalah murid Vianney.

Koleksi itu meliputi seluruhnya atau 80 famili hewan Mollusca (hewan avertebrata bertubuh lunak) yang ada di Indonesia. Ada ratusan spesimen (bahan koleksi individu tunggal atau beberapa individu) yang sudah teridentifikasi dengan baik oleh kedua orang tersebut. Disumbangkan ke PT

Setelah sebagian koleksi disumbangkan ke perguruan tinggi, Clemens melanjutkan, sejak tahun 1998 koleksi yang terpisah di Malang dan Flores (NTT) berhasil dikumpulkan kembali kemudian mendapat tempat penyimpanan dan gedung yang memadai.

“Setiap tahun ratusan hingga seribuan siswa telah diundang atau datang sendiri berkaryawisata di museum kami. Kami menyelenggarakan paket pembelajaran untuk siswa SMP atau madrasah. Tahun ini saja terhitung sudah 1.500 siswa belajar ke museum,” kata pengelola museum Denise Resianini yang mendampingi Frater Clemens.

Museum kemudian bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam memamerkan isi museum dan menyelenggarakan sekolah pembelajaran, termasuk untuk 42 guru biologi SMP dan MTs se-Jatim, Sabtu (5/8/2006).

“Tidak banyak disadari bahwa keluarga kerang-kerangan adalah kelompok fauna penting dalam rantai makanan. Meski perannya dalam ekologi belum banyak diketahui, kerang bisa menjadi indikator pencemaran suatu kawasan perairan. Kerang-kerangan sangat tahan pencemaran. Jika kerang sudah mati, kondisi pencemaran sudah sangat buruk,” kata Denise.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>